PROMOSI KESEHATAN 1000 HPK TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA USIA NIKAH (UNIK) UNTUK MENCEGAH STUNTING DI MASJID ROUDLOTUL JANNAH SUKUN MALANG
KESEHATAN 1000 HPK TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA USIA NIKAH (UNIK) UNTUK MENCEGAH STUNTING DI MASJID ROUDLOTUL JANNAH SUKUN MALANG
DOI:
https://doi.org/10.1980/jurnalteknologikonseptualdesign.v2i3.131Kata Kunci:
: Promosi Kesehatan; 1000 HPK; Pengetahuan; Sikap; Remaja Usia Nikah; StuntingAbstrak
Prevalensi stunting di Indonesia menunjukkan tren penurunan signifikan hingga mencapai 19,8% pada tahun 2024 berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia, namun capaian nasional tersebut masih menyisakan disparitas antar daerah dengan rentang prevalensi yang cukup lebar, di mana provinsi Bali mencatat angka terendah 8,6% sementara provinsi lain masih berada di atas rata-rata nasional. Kota Malang sendiri berhasil menekan prevalensi stunting pada rentang 8,1% hingga 8,4% berdasarkan pengukuran riil e-PPGBM tahun 2024, sebuah pencapaian yang tidak lepas dari berbagai program intervensi terpadu, termasuk kerja sama antara Dinas Kesehatan Kota Malang dengan Kementerian Agama melalui penyelenggaraan kursus calon pengantin sebagai bentuk edukasi pranikah bagi ibu muda. Keberhasilan pencegahan stunting sangat ditentukan oleh intervensi gizi yang dilakukan sejak masa 1000 Hari Pertama Kehidupan, namun pendekatan yang lebih strategis adalah memulai pencegahan jauh lebih awal, yakni sejak masa remaja, dengan memastikan pemenuhan nutrisi yang tepat dan peningkatan kesadaran akan pentingnya persiapan kehamilan yang sehat. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan tingkat pengetahuan dan sikap remaja usia nikah sebelum dan sesudah diberikan promosi kesehatan tentang 1000 HPK dengan menggunakan media presentasi PowerPoint dan booklet di Masjid Roudlotul Jannah, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan pre-test and post-test group design dengan melibatkan 40 orang remaja usia nikah sebagai sampel yang diambil melalui teknik accidental sampling, di mana data penelitian diperoleh melalui pengisian kuesioner terstruktur dan wawancara langsung, kemudian dianalisis secara statistik menggunakan program SPSS dengan uji T-test independen untuk membandingkan dua kelompok berbeda dan uji T-test dependen untuk mengukur perubahan dalam kelompok yang sama pada tingkat kemaknaan 0,05.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 JURNAL TEKNOLOGI KONSEPTUAL DESAIN

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.






