EVALUASI PENERAPAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI SDN RAMPAL CELAKET 1 KOTA MALANG

PENERAPAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI SDN RAMPAL CELAKET 1 KOTA MALANG

Penulis

  • Firda Septiana Program D-IV Promosi Kesehatan Poltekkes Kemenkes Malang
  • Handy Lala Program D-IV Promosi Kesehatan Poltekkes Kemenkes Malang
  • Wandi Program D-IV Promosi Kesehatan Poltekkes Kemenkes Malang
  • Dimas Dwi Yoga Saputra Program D-IV Promosi Kesehatan Poltekkes Kemenkes Malang

DOI:

https://doi.org/10.1980/jurnalteknologikonseptualdesign.v2i3.115

Kata Kunci:

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, PHBS, Sekolah Dasar, Kesehatan Sekolah

Abstrak

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan upaya strategis dalam meningkatkan derajat kesehatan peserta didik di lingkungan sekolah. Sekolah dasar memiliki peran dalam menanamkan perilaku hidup bersih dan sehat sejak dini melalui pembiasaan dan pendidikan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat penerapan PHBS, serta mengidentifikasi persepsi guru, siswa, orang tua, petugas kebersihan, dan penjaga kantin terhadap penerapan PHBS di SDN Rampal Celaket 1 Kota Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru, siswa, orang tua, pramubakti, dan penjaga kantin. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Pelaksanaan PHBS dilakukan secara terstruktur dan terintegrasi melalui kebijakan sekolah, integrasi dalam pembelajaran, pembiasaan perilaku bersih dan sehat, serta ketersediaan sarana dan prasarana pendukung. Faktor pendukung penerapan meliputi komitmen kepala sekolah dan guru, keterlibatan siswa, dukungan orang tua, serta kerja sama dengan puskesmas dan pihak terkait. Faktor penghambat meliputi keterbatasan anggaran, keterbatasan tenaga kebersihan, kondisi sarana prasarana yang memerlukan perawatan, serta perilaku sebagian siswa yang belum konsisten. Secara umum, persepsi warga sekolah terhadap penerapan PHBS bersifat positif. Namun, penguatan pembinaan, sarana prasarana, dan kolaborasi berkelanjutan masih diperlukan agar pelaksanaan PHBS lebih optimal.

Unduhan

Diterbitkan

03/31/2026

Cara Mengutip

Septiana, F., Lala, H., ndi, W., & Saputra, D. D. Y. (2026). EVALUASI PENERAPAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI SDN RAMPAL CELAKET 1 KOTA MALANG: PENERAPAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI SDN RAMPAL CELAKET 1 KOTA MALANG. JURNAL TEKNOLOGI KONSEPTUAL DESAIN, 2(3), 564–573. https://doi.org/10.1980/jurnalteknologikonseptualdesign.v2i3.115