ANALISIS KETIDAKAKURATAN KODE DIAGNOSIS PADA PENGEMBALIAN BERKAS KLAIM BPJS RAWAT INAP DI RSU PINDAD
KETIDAKAKURATAN KODE DIAGNOSIS PADA PENGEMBALIAN BERKAS KLAIM BPJS RAWAT INAP DI RSU PINDAD
DOI:
https://doi.org/10.1980/jurnalteknologikonseptualdesign.v2i3.106Kata Kunci:
Ketidakakuratan, Kode Diagnosis, Berkas KlaimAbstrak
Kode diagnosis memiliki peran penting dalam pengajuan klaim BPJS, kode diagnosis yang tidak akurat akan menyebabkan keterlambatan penggantian biaya perawatan. Hasil studi pendahuluan yang dilakukan di RSU Pindad menunjukkan masih terdapat 6,8% berkas klaim yang dikembalikan pada bulan September 2023. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi dan menganalisis ketidakakuratan kode diagnosis penyakit pada pengembalian berkas klaim BPJS rawat inap di RSU Pindad. Metode penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif. Populasi yang digunakan yaitu berkas klaim yang dikembalikan pada bulan Oktober 2023 sebanyak 129 berkas klaim dan menggunakan seluruh anggota populasi sebagai sampel yang ditentukan menggunakan teknik sampel jenuh dan cara pengumpulan data menggunakan metode observasi. Analisis data univariat menggunakan penghitungan persentase frekuensi data. Hasil penelitian menunjukkan dari 129 sampel berkas rekam medis rawat inap terdapat 58 berkas klaim (45%) dikembalikan karena administrasi, 49 berkas klaim (38%) dikembalikan karena kelengkapan berkas, 22 berkas klaim (17%) disebabkan karena kodefikasi penyakit. Dari 22 berkas klaim yang dikembalikan karena ketidakakuratan kode diagnosis terdapat 32% diajukan klaim ulang tanpa merubah kode diagnosis dan disertai dokumen pendukung, serta 68% diajukan klaim ulang dengan memperbaiki kode diagnosis. Koder harus lebih teliti dalam mengidentifikasi semua informasi medis untuk menghasilkan kode yang akurat.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 JURNAL TEKNOLOGI KONSEPTUAL DESAIN

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.






